Cara Kerja Mesin Fotocopy Berdasarkan Listrik Statis

Saat melipatgandakan document fisik, pasti pernah tebersit pemikiran berkenaan cara kerja mesin fotocopy. Mesin yang berperan untuk melipatgandakan document berisi text atau gambar itu, bisa bekerja dalam saat yang singkat.

Menyadur dari buku Usaha Foto copy yang diatur oleh D.S. Usman, mesin foto copy sah dipakai untuk pertamanya kali pada 1937. Hal itu bersamaan saat Chester Flood Carlson, penemu mesin foto copy, mendapati proses photografi elektron.

Mesin foto copy pertama itu manfaatkan konsep muatan induksi dan style Coulomb.Bersamaan dengan mengembangnya tehnologi dan keperluan manusia yang makin kompleks, mesin foto copy mempunyai beragam feature dan elemen yang memungkinkannya pemakainya beraktivitas di luar penggandaan document fisik.

Dengan begitu, ada beberapa peranan yang bisa dilaksanakan oleh sebuah mesin foto copy.

Peranan Mesin Foto copy

Secara umum, mesin foto copy direncanakan untuk perbanyak selembar document sama sesuai keperluan dengan penampilan sama dalam sekejap.

Sama seperti yang sudah disebut awalnya, peranan dari mesin foto copy berkembang bersamaan perkembangan tehnologi.

Tak mengejutkan bila sekarang ini beragam mesin foto copy diperlengkapi feature pemindai (scan), pembuat, dan feature tambahan yang memberikan dukungan peranan pemrosesan document fisik yang lain. Lewat mesin foto copy, proses mengopi document fisik bisa menolong kurangi ongkos operasional dan menambahkan efektivitas tugas.

Elemen Mesin Foto copy

Menurut buku dengan judul Mekanisasi Tata Urus Fasilitas dan Prasarana SMK/MAK Kelas XI oleh Badrus Suryadi dan Sulis Rahmawati, secara tehnik operasinya ada tiga elemen khusus dalam mesin foto copy, salah satunya:

  • Sisi bak kertas.
  • Sisi mesin pemroses.
  • Sisi bak penampung hasil.

Dalam pada itu, elemen komplet dari sebuah mesin foto copy diantaranya seperti berikut:

1. Power supply

Power suplai sebagai bagian utama dari sebuah mesin foto copy. Karena, sisi ini berperan sebagai penyuplai daya listrik pada mesin.

2. Mainboard

Komponen penting yang ini berperan seperti pusat pengontrol atau otak dibalik performa mesin foto copy. Tersebut penyebabnya, pemilik perlu teratur memeriksa dan menjaga sisi ini supaya performa mesin masih tetap maksimal.

3. Lampu scanner

Proses scan document terjadi pada elemen yang ini. Pada susunan mesin foto copy, sisi lampu scanner berada di atas kaca, persisnya di atas mesin foto copy. Sisi ini secara automatis akan berpijar saat mesin foto copy dihidupkan.

4. Drum pemutar

Bagian yang ini berperanan sebagai pembuat gambar yang ada pada document. Pada umumnya, sisi ini akan memantulkan prediksi yang ada dari elemen yang lain.

5. Heater

Seperti namanya, sisi ini berperan sebagai pemanas. Adapun langkah kerja heater, yaitu tekan hasil foto copy supaya tinta tidak segera luntur.

6. Toner

Toner atau tinta pembuat ialah sisi mesin foto copy yang berperan membuat formasi text dan gambar pada document yang hendak digandakan.

7. Developer

Komponen ini mempunyai peranan yang sama dengan toner saat sebelum pada akhirannya disalurkan pada drum pemutar. Sisi ini berada di samping sensor pengembang yang mengetahui tersedianya tinta.

8. Automatic Dokumen Feeder (ADF)ADF pada mesin foto copy berperan sebagai penutup mesin. Karena, sisi itu berada tepat di atas mesin foto copy. Tidak itu saja, ADF memungkinkannya proses cetak document secara automatis.

Cara Kerja Mesin Fotocopy

Proses kerja mesin foto copy diawali saat proses hidupkan mesin sampai melipatgandakan. Proses memanasi mesin foto copy terjadi pada bagian heater yang berperan memanasi fixing roller. Biasanya, pada mesin foto copy ada 2 buah fixing roller, yaitu pada bagian atas dan sisi bawah.

Saat pemanasan berjalan, elemen mesin foto copy yang lain menanti sisi fixing roller capai 150 derajat celsius. Ketika yang bertepatan juga, udara panas pada mesin foto copy dikeluarkan oleh sebuah elemen namanya exhaust fan.

Jika suhu fixing roller sudah capai temperatur yang diputuskan, elemen mesin khusus akan berputar-putar pada kecepatan rendah. Perannya, untuk menyamai suhu permukaan fuser roller. Bila pemanasan usai, lampu tanda akan berpijar dan proses mengopi (copy) juga siap dilaksanakan.

Menurut Modul Materi Listrik Statis dan Aktif, konsep dasar semua mesin foto copy memakai xenografi. Proses mengopi mengikutsertakan tiga bagian utama seperti sinar, drum, dan toner. Dari sisi memakai ide optik, mesin foto copy manfaatkan kehadiran listrik statis.

Baca Juga : Mesin Fotocopy : Pengertian, Tipe Mesin, Merk dan Harga

Adapun langkah kerja mesin foto copy berdasar listrik statis menurut Modul Evaluasi Pengetahuan Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas IX yang diatur oleh Mafrur Udhif Nofaizzi dan Tenia

Kurniawati, yaitu ada muatan negatif di bagian toner. Keadaan begitu mengakibatkan kertas bisa diambil secara mudah, hingga proses foto copy bisa berjalan secara lancar.

Secara simpel, langkah kerja mesin foto copy pada tahapan mengopi (copy) bisa dipisah jadi tahapan-tahapan, diantaranya:

  • Pre-exposure, yaitu pencahayaan pertama oleh mesin.
  • Primary pengisian, adalah menyalurkan daya listrik pada elemen drum hingga membuat memiliki muatan negatif.
  • Dengan demikian, drum bisa menarik toner.
  • Laser-exposure, yakni tahapan pencahayaan dengan laser. Pada tingkatan ini, bayang-bayang document asli akan diamankan dan dipantulkan oleh lensa.
  • Development, adalah tahapan serbuk toner mulai diisi dan ditempelkan ke sisi drum sesuai bayang-bayang refleksi.
  • Transfer sebagai tahapan persiapan kertas.
  • Separation, yaitu tahapan saat serbuk toner yang melekat di drum pisahkan diri dan melekat pada kertas. Hal tersebut karena ada tarikan magnet yang kuat dari alas kertas.
  • Fixing sebagai tahapan memanasi dan mengolah toner pada kertas supaya mempunyai daya tempel yang kuat.
  • Cleaning, yakni tahapan pembersihan drum dari tersisa toner.

Itulah rincian berkenaan cara kerja mesin fotocopy dan elemen yang ada didalamnya. Mudah-mudahan berguna!

Tinggalkan komentar